Tampilkan postingan dengan label Program Pengembangan Staf BRI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Program Pengembangan Staf BRI. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 Juli 2013

Seleksi masuk PPS BRI (Program Pengembangan Staf Bank Republik Indonesia)

Kalau sebelumnya saya sharing tentang proses melamar kerja jadi Frontliner Bank Mandiri di Frontliner Bank Mandiri jilid I dan Frontliner Bank Mandiri Jilid II , sekarang saya mau cerita bagaimana perjuangan ikut seleksi masuk / ngelamar di Program Pengembangan Staf BRI (PPS BRI).

Program Pengembangan Staf BRI
Program Pengembangan Staf BRI 


Jadi, beberapa waktu yang lalu di bulan april, bermula dari lagi asik kerja (baca: mumet + ngantuk) , tiba-tiba dapet sms dari tidak ada nomor, tapi tertulis "BRI", bahwa akan ada seleksi wawancara awal di PUSDIKLAT BRI dari tanggal sekian sampai tanggal sekian. Sebenarnya sih, lupa waktu itu ngelamarnya lewat jalur apa dan kapan, tapi yah,,ikutin aja deh, barangkali rejeki... :) 

Yasudahlah gitu, buka web BRI KARIR disitu diumumin siapa aja, tanggal berapa dan jam berapa kita harus datang. Juga dikasih tau suruh bawa apa saja.

Saat itu, saya ingat disuruh :
  1. Bawa Foto berwarna 3x4 1 lembar
  2. Bawa Alat tulis + papan
  3. Mengingat nomor tes
  4. Berpakaian rapi dan sopan (gak harus hitam putih lo yaa..)
  5. Hadir 15 menit sebelum jadwal.
Saya kebagian pagi, yaudah tuh ya,, langsung saya berdoa, jika emang rejeki, dekatkanlah,,, ceileee..
Besok Pagi-pagi nya masi bingung mau berangkat naik apa, kata Ibu sih suruh naik taksi aja mumpung masih pagi, tapi karena ga tau jalan saya juga gak berangkat, padahal udah jam 5 waktu itu, tes nya jam 8. Ayah akhirnya bilang, udah di anter aja naik motor daripada nyasar. Akhirnya berangkatlah saya jam 6 kurang naik motor dibonceng Ayah.

Ternyata yaa, PUSDIKLAT BRI itu tuh dekat banget sama Departemen Pertanian Ragunan. Kalau dari kampung Rambutan, Nyusurin jalan TB Simatupang, ada Departemen Pertanian kan sebelah kiri, lurus aja terus, sampai ketemu per tigaan lampu merah, belok kiri, ada halte Trans Jakarta (halte Departemen Pertanian) lurus terussss, di sebelah kanan ada PUSDIKLAT PLN, masih lurus lagi, nah gedung PUSDIKLAT BRI ada disebelah kiri. Gedunganya?? WAH! GUEDEE! BAGUS! Oh ya, kalau dari Lubang Buaya , HEK atau Pasar Minggu, cukup 1 kali naik angkot warna merah S 15A (dulu waktu SMA aku bilangnya mobil S15A = "SISA") bilang turun di pusdiklat bri.

Sampai sana masih jam 7, setelah clinguk-clinguk bingung mau kemana efek dari gak baca pengumuman secara komplit kemarin, ke toilet aja deh, dandan dulu. Eh di toilet ketemu cewek baik namanya Daissy, setelah dandan bareng, akhirnya sama-sama kita ke lantai 4. Di Lobby ketemu lagi cewek yang jauh-jauh dari Padang namanya iin, dia naik flight pagi loh! Masya Allah..

Sampai di lantai 4, kita clinguk-clinguk lagi bertiga, bingung mau kemana. Buat informasi ya, yang lolos administrasi itu 560 orang lebih, yang hari itu dipanggil sekitar 301 orang dibagi 3 waktu : jam 8, jam 10, jam 1 siang ( 13.00 ) . Tapi disana itu masih sepi banget, cuma sekitar 10 orang deh. padahal yang ikut jam 8 itu harusnya ada 101 orang. Akhirnya setelah nanya, kita nunggu di sofa deket situ, ruangan untuk wawancaranya. Tanda tangan daftar hadir, isi formulir (Bagi yang sering ikut jobfair PPS BRI, Formulirnya hampir persis sama!), tempel foto, menunggu jam 8.

Selama nunggu itu, kita bingung mau apa, akhirnya ngobrol deh. Ada yang anak Hukum, IT, Ekonomi, dll. Perasaaan saya saat itu adalah HAUS + LAPAR, cuma makan batagor bandung 2 potong sisa semalam dan lupa minum (ada gitu abis makan lupa minum, xixixixiixi). Di depan kita itu pemandanganya adalah Makanan dan Minuman buat peserta training PPS  (yang udah lolos PPS loh yaa, bukan yang baru interview) yang keliatannya ueeenaaak! 

Eng ing Eng! jam 8 berlalu, masih belum ada tanda-tanda interview dimulai, kita yang duduk meja absen menghitung bahwa yang dateng dari 101 itu cuma 33 orang, dan saya ada di urutan ke 33. HIKS! langsung mules, bakal lama banget deh...

Jam setengah 9 dimulai, Panitia interview nya dateng, dan dipanggil berdasarkan urutan duduk..LAH?? Akhirnya Alhamdulillah gak jadi nomor buntut, tapi nomor empat! horeeeee!!! dan yang masuk itu berlima -berlima! Jadilah saya termasuk golongan yang interview pertama.

Peng- interview nya ada 2 orang, masih muda-muda banget, di atas meja ada laptop menghadap ke kami dengan tulisan yang kurang lebih tertulis begini:

  1. Apa Motivasi Anda Bergabung di PPS BRI?
  2. Ceritakan tentang skripsi ATAU Penngalaman kerja Anda
  3. Jika terpilih, kontribusi apa yang dapat anda berikan kepada manajemen BRI?
Nah, secara urut dari urutan masuk, kita harus menjawab ketiga pertanyaan ini.

Jadi pas masuk itu, kita salaman, terus ngasih formulir yang sudah diisi, kemudian duduk. Walaupun urutan nomor 4, saya kebagian duduk nomor 5, karena sempet ribet sama tas ransel hehehehhe.

Setelah menjawab ketiga pertanyaan biasanya pewawancara nya nanya seputar pekerjaan/skripsi lebih mendalam lagi, terus range gaji, kenapa yakin bisa masuk, bla-bla bla deh tergantung maunya gimana. Yang udah selesai keluar. jadiiii... pas giliran saya , cuma bertiga di ruangan itu saya dan 2 pewawancara. 
Kerugiannya adalah: saya sendiri... hiks T_T 
Keuntungannya adalah : saya sedikit banyak bisa nyadur jawaban orang-orang sebelum saya.. hehehehehheheh. 

Gak sampe 15 menit kok! langsung boleh PULANG!

Sekian nih cerita dari saya, lolos/gaknya hanya Allah yang MAHA BIJAKSANA yang tau yang terbaik buat saya. Kalau saya nulis Seleksi masuk PPS BRI (Program Pengembangan Staf Bank Republik Indonesia) jilid II, berarti saya lolos.

Waktu saya nulis ini, saya baru aja pulang dari inerview, sengaja saya post agak jauh beberapa hari kedepan karena alasan tertentu. :) 

Buat yang mau PPS BRI, Good Luck! Semoga Tulisan saya membantu.




Bekasi, Sekitar sebelum Pertengahan Tahun 2013



Putri


Jumat, 10 Mei 2013

Alasan Tidak Lulus Seleksi Frontliner di Bank

Bank Frontliner

Hai para freshgraduate dan pencari kerja,,, (padahal pas aku nulis ini masih terhitung freshgraduate loh, dan masi nyari2 kerja juga, walaupun sudah kerja 1 tahun kurang dikit) ^_^ 

Banyak yang bertanya kenapa sih susah banget masuk bank? terutama yang BUMN ? Jadi frontliner aja ribet,, apa sih yang buat kita gagal di seleksi penerimaan Frontliner? weitsss ini bukan pengalaman ya, tapi pengamatan aku mengamati teman-teman yang jadi FL dan pernah ikut seleksi frontliner di salah satu bank.. (ceritanya disini: seleksi frontliner)

Oke, kita lihat dulu dari penampakan luar nya, yang tertulis di pengumuman lowongan pekerjaan frontliner, rata-rata begini persyaratan jadi frontliner:

  1. Pendidikan minimum D3/S1 dari universitas terakreditasi
  2. IPK minimum 2.75
  3. Usia Maksimum 24 untuk FRESH GRADUATE
  4. Usia Maksimum 26 untuk yang berpengalaman (minimal 2 tahun sebagai Frontliner)
  5. Berpenampilan Menarik
  6. Mampu mengoperasikan komputer
  7. Belum Menikah
  8. Bersedia di tempatkan di seluruh wilayah operasional
Disimak ya, huruf yang ditebalkan (bold) harus jadi perhatian. 

No. 1 itu sesuai dengan level Bank nya kalau menurutku. No. 2 sudah jelas bahwa kandidat fronliner setidaknya harus bagus secara akademik. Ini merupakan filter pertama, Kalau kurang dari 2.75, kemungkinannya hampir tidak ada kamu lolos seleksi Frontliner di Bank. 

Poin 3 dan 4 adalah poin yang krusial tapi tidak diperhatikan. Fresh Graduate maksimal 24 tahun, kalau lebih artinya kamu lama lulusnya, atau kamu lama nganggurnya. Dan itu merupakan poin minus tersendiri. Kalaupun kamu dipanggil wawancara, kamu akan ditanya ngapain aja selama tenggang waktu kosong tersebut. Nah, bagi yang gak Fresh Graduate tapi mau ngelamar jadi FL, ya harus berpengalaman jadi FL, kalau pengalaman di luar itu, berarti kan sama aja dari awal lagi, harus dididik lagi, dan umurnya sudah melewati doong buat dididik lagi.

Nah! Poin nomor 5 ini yang paling gak diketahui batas/standartnya, karena, ini keputusan dari user nya. Bagi kamu yang tidak dianggap menarik : Tinggi kurang, Berat badan tidak proporsional, Penampilan acak kadul dan gak profesional, secara halus mereka akan menolak dengan berbagai alasan lain, atau pun tanpa diberitahu alasannya.

Poin no. 6 lewatin ya,, hari gini masih ada yang ga bisa mengoperasikan komputer? minimal Microsoft Office kok :)

Poin No. 7 PENTING! Belum Menikah dan Bersedia Tidak Menikah selama waktu tertentu sejak pengangkatan (beragam jangka waktunya).

Poin No. 8 itu penting, dan terdeteksi saat wawancara. Kalau kamu menolak saat ditanya mau gak kalau ditempatkan di Papua misalnya? yah artinya kamu cuma mau enaknya aja dan gak mau terima konsekuensi, maka kamu bukan kandidat prioritas dong... Atau ketika ditanya kamu menerima tapi gak meyakinkan atau kelihatan berbohong juga bisa loh,,, karena yang wawancara itu tau mana yang bohong/gak meyakinkan. 

Selain 8 poinn di atas, ada beberapa hal yang bisa membuat kamu tidak lulus seleksi frontliner:
  1. Kamu tidak sesuai dengan kriteria atau pencitraan bank. Dan itu relatif, artinya setiap bank punya standarnya sendiri. Jadi jangan menyerah kalau kamu ditolak di satu Bank, bisa jadi kamu cocok kriteria bank lain :)
  2. Kamu merupakan jiwa petualang dan dinamis. Oke, ini agak susah dijelasin. Tapi begini, FL itu kerjanya monoton, kaku dan statis. Artinya, kalau kamu dianggap mempunyai jiwa dinamis, suka tantangan, kamu dianggap tidak cocok di pekerjaan FL (terdeteksi loh pada saat wawancara). Itu resiko bagi mereka karena mungkin suatu saat kamu akan bosan terus resign, atau semangat menurun. Nah! repot kalo harus terus-terusan rekrutmen. Jadi tipe begini harus dikurangin/jangan sampai ada.
  3. Personality dan kemampuan berbicara tidak bagus. artinya kamu harus terlihat ramah, luwes berbicara, murah senyum, tidak aaa ii uu (terbata-bata dan susah menjelaskan sesuatu) , tapi juga gak bertele-tele ya,,, nah, walaupun cantik atau ganteng kayak apapun,, yang begini ini bukan pengecualian loh, tampang kece gak ngaruh!
Sudah tau kan sedikit banyaknya apa Alasan Tidak Lulus Seleksi Frontliner Bank? Sedikit banyak ini merupakan pengalaman dan pengamatanku. Karena banyak teman-teman disekitarku yang lolos jadi Frontliner bank, tapi banyak juga yang gak lolos. Kalau kamu merasa seluruh poin di atas memenuhi syarat, tapi kok belum diterima juga, mungkin kurang doa  dan sedekah nya. Ataupun bukan rejeki kamu jadi Frontliner, tapi ada rejeki lain yang lebih pantas buat kebaikan kamu selama ini dari Tuhan,, Jadi pemilik banknya mungkin?? Amiiin,,, :)

Oke, sekian penjabaran aku Apa Alasan Tidak Lulus Seleksi Frontliner. Sekali lagi, si penulis (aku) bukan FL. Tapi ini sekedar pengamatan saja, semoga membantu, dan mohon koreksi jika ada yang salah ya.. Semoga sukses! 


Salam Manis
^_^
Putri